GudangMovies21

Sicario

Sicario    

R 121 min ActionBaratCrimeDramaMysteryThriller

8.0
IMDB: 8.0/10 47,292 votes

5 wins & 21 nominations.

USA

5915

Report error

Ada FBI, tim SWAT, kartel narkoba, perbatasan Meksiko, polisi korup dan aksi penggerebekan besar-besaran, ya, Sicario sebenarnya punya semua bahan-bahan dasar untuk menjadikannya terlihat seperti sebuah thriller kriminal familiar yang kebanyakan dipakai oleh action kelas dua di pasaran, tetapi percayalah, yang satu ini berbeda; ia bukan crime thriller yang sering kamu temui sehari-hari dan jelas juga bukan action B movie. Lahir dari tangan dingin seorang Denis Villeneuve, sutradara asal Kanada yang melahirkan film-film luar biasa macam drama konflik perang; Incendies, thriller penculikan; Prisoners dan thriller psikologis; Enemy, Sicario memiliki semua DNA Villeneuve yang berserakan di sepanjang film.

Dari plot slow burn, atmosfer haunting, sinematografi cantik dan ambiguitas moral yang ditutup dengan ending menggantung yang berarti film yang terpilih untuk ikut berkompetisi memenangkan Palme d’Or di ajang Cannes tahun ini akan susah dikonsumsi oleh penonton awam yang tidak akrab dengan pekerjaan Villeneuve sebelumnya dan ini dijamin menonton Sicario, apalagi buat mereka yang mengharapkan ia akan menjadi tipikal film dar-der-dor akan sangat menyiksa.

Kisahnya berpusat pada salah satu anggota SWAT berbakat. Kate Macer (Emily Blunt) yang ditugaskan kesatuannya untuk bergabung dengan CIA pimpinan Matt Graver (Josh Brolin) dalam misi meringkus gembong narkoba kelas kakap di perbatasan Meksiko-Amerika. Di sini kemudian Macer bertemu Alejandro Gillick (Benicio del Toro), pria misterius yang diminta bantuannya dalam misi berbahaya ini. Dibuka dengan momen penggerebekan menegangkan yang berujung dengan ditemukannya lusinan mayat di dalam dinsing sebuah rumah kecil di Arizona, Sicario sempat memberi sinyal awal ia akan menjadi tontonan yang diharapkan banyak orang.

Tetapi bagi audiens yang tahu siapa orang dibalik layarnya tentu sudah bersiap dengan apa yang akan dihadapi nantinya. Ya, seperti yang dibilang di atas, Sicario punya semua trademark Villeneuve yang cenderung artsy dan jauh dari kesan komersil. Pergerakan plotnya membakar siapa saja yang tidak sabar mengikuti ritmenya yang pelan, sementara kamera-kamera dari sinematografer handal, Roger Deakins bergerak dinamis dalam tugasnya menangkap momen-momen baik statis maupun dramatis dari berbagai sudut-sudut cantik mulai dari kumuhnya Juarez sampai lorong-lorong sempit nan menyesakan terowongan bawah tanah yang pada akhirnya dikombinasikan dengan musik latar Jóhann Jóhannsson yang sukses menciptakan atmosfer mendebarkan dan rasa tidak nyaman buat penontonnya ketika adegan menyorot kepada pergerakan sebuah misi, seperti salah satu bagian terbaiknya ketika penyergapan di jalan tol perbatasan Juarez yang luar biasa menegangkan itu.

Tetapi pada akhirnya Sicario memang hanya meninggalkan sedikit momen aksinya untuk bisa disantap, Villeneuve seperti lebih berkutat dalam membangun atmosfer suramnya yang berpusat pada pergerakan narasi dan karakternya. Berbeda dengan film-film Villeneuve lainnya yang sudah menetapkan tujuannya dari awal, Sicario membiarkan penontonnya sama tidak tahunya dengan karakter Kate Marcer yang masih ‘hijau’, tentu saja kita tahu akan ada misi meringkus bos kartel narkotik, tetapi dalam perjalanannya, Kate harus menghadapi kejadian-kejadian luar biasa yang tidak ditemukannya dalam buku pedoman pelatihannya, dan sebuah klimaks akan menjelaskan segalanya termasuk pemilihan judul Sicario yang berarti pembunuh bayaran.

Ada dunia liar di luar sana yang mau tidak mau harus dihadapi Kate di mana yang benar dan salah terkadang berada di dalam wilayah abu-abu dan ini menjadikan karakternya menarik ketika harus berjibaku dengan prinsip idealisnya dan keprofesionalannya sebagai seorang penegak hukum. Jajaran casting bisa jadi salah satu andalan Sicario. Ada nama Emily Blunt didapuk menjadi karakter sentral dan harus diakui aktris Inggris ini kembali bermain baik menjalankan perannya, bukan karena hanya ia adalah satu-satunya perempuan di film yang didominasi oleh testosteron- yang tangguh di luar dalam- sesuatu yang jarang kamu dapati di film sejenis, namun juga kompleksitas psikologis dan konsekuensi moral yang kemudian harus dihadapinya.

Namun harus diakui meski penting, karakter Blunt praktis tidak banyak terlibat dan melakukan apa-apa di sepanjang film selain mengamati dan mewakili penontonnya menjadi saksi bahwa di luar sana terkadang kamu harus melakukan apa yang harus kamu lakukan, terlepas kemudian mengikuti prosedur atau tidak, karena naif rasanya jika semua tatanan dunia ideal bisa dicapai tanpa melibatkan darah dan sedikit kekejaman. Lalu ada Josh Brolin bermain gemilang menjadi analis CIA yang angkuh dan kelewat percaya diri. Terakhir dan bisa jadi karakter paling mengejutkan di sini adalah penampilan menawan Benicio del Toro sebagai agen Alejandro, pria misterius dalam misi yang sama misteriusnya. Di klimaks, motif yang dibawa Alejandro menjelaskan semua apa yang sebenarnya terjadi pada Sicario.

Loading the player…

Note : Gunakan Browser Bawaan HP Atau Google Chrome Agar Player Terbuka Sempurna !

Untuk Menampilkan Subtitle Click CC di Pojok Kanan Bawah media Player Sampai Menyala..

Untuk kualitas HD, harap periksa tombol HD di pojok kanan bawah media player, jika ada, pastikan tombol HD Menyala

Cara Downloadnya :
cara ke-1. klik kanan link download nya,, trus pilih “save link as” ,
cara ke-2. klik link download nya, nanti akan kebuka halaman baru yang isi nya video,, kemudian klik kanan video tersebut, pilih save video as.

Jika anda menggunakan IDM,
cara ke-3. Klik kanan link downloadnya, pilih download with IDM

SD-Download

HD-Download

Download Sub Disini

CLOSE
Situs BandarQ Terpercaya
CLOSE
CLOSE
CLOSE
Sicario
Sicario
Sicario
Sicario
Sicario
Sicario
Sicario
Sicario
No links available
No downloads available

Related movies