GudangMovies21

Red Cliff

Red Cliff    

R 148 min ActionAdventureDramaMandarin

7.4
IMDB: 7.4/10 35,438 votes

13 wins & 41 nominations.

China, Hong Kong, Japan, Taiwan, South Korea

4827

Report error

Salah satu film terbaik karya sutradara kelas dunia John Woo sudah tentu adalah The Battle of Red Cliff (2008), selain A Better of Tomorrow (1986). Nah, film The Battle of Red Cliff itu mengangkat kisah tokoh-tokoh sejarah yang populer melalui kisah Tiga Negara (Sam Kok), seperti Zhuge Liang, Cao Cao, Liu Bei dan sebagainya dalam sebuah perang yang menentukan pada akhir Dinasti Han.

Pada musim panas tahun 208 Masehi, sebuah pasukan Dinasti Han yang dipimpin perdana menteri Cao Cao (Zhang Feng-yi) dengan restu Kaisar Xian menyerang dua panglima perang wilayah selatan Sun Quan (Chang Chen) dan Liu Bei (You Yong) dengan alasan memerangi pemberontak.

Liu Bei terpaksa melarikan diri dengan meninggalkan keluarganya yang terperangkap di belakangnya. Seorang pahlawan berani Zhao Yun (Hu Jun) berusaha menyelamatkan keluarga Liu Bei namun hanya putra Liu Bei yang masih bayi bisa diselamatkannya.

Penasehat dan ahli strategi ulung Liu Bei yang bernama Zhuge Liang (Takeshi Kaneshiro) mengirim misi diplomatik ke wilayah Wu Timur untuk menjalin aliansi antara Liu Bei dengan panglima Sun Quan untuk menghadapi invasi Cao Cao itu.

Pada mulanya Sun Quan ragu-ragu menghadapi Cao Cao, namun akhirnya setuju berkat kelihaian diplomasi Zhu Liang dalam acara perburuan harimau yang juga diikuti wakil Sun Quan, jenderal hebat Zhou Yu (Tony Leung) dan adik perempuan Sun Quan, Sun Shang-xiang (Zhao Wei) yang juga merupakan pemimpin perang.

Kini aliansi Liu Bei dan Sun Quan harus teruji di medan perang jurang Chi Bi (Red Cliff) yang makin didekati pasukan Cao Cao dari darat maupun laut. Apa yang akan terjadi di medan perang tersebut? Bagaimana kedua belah pihak harus mengatur strategi dalam menghadapi lawan mereka?

Film yang pastinya berbujet besar (bahkan sempat dinyatakan sebagai film termahal di Asia) bisa dibilang adalah karya yang paling kaya dan berkelas dari keseluruhan filmografi John Woo. Film semacam epik perang ini adalah lahan yang paling pas untuk John Woo memamerkan segala kelebihannya baik itu mengumbar segala macam metodenya yang stylish, dramatis dan ya, masih lengkap dengan segala ciri khasnya.

Masih ada efek freeze dan slow-motion (walau tidak sebegitu banyak dibanding film-film sebelumnya), kucuran darah yang tonenya begitu tebal dan bisa dibilang mencapai tingkat artistiknya di film ini. Apalagi sinematografinya. Sinematografinya apik, megah, dengan visual efek dan tata suara yang mumpuni.

Ibarat kemasan, Red Cliff sudah memegang kelasnya tersendiri. Sebagai perbandingan, sinematografi yang indah dan mewah seperti ini adalah pemandangan yang hampir sama dengan Curse Of The Golden Flower. Ya. Bila harus melupakan bahwa Red Cliff diangkat dari cerita sejarah dan hanya menganggapnya sebagai sebuah cerita di film, bisa dibilang ia punya plot cerita yang meskipun menarik, tapi bukanlah yang istimewa.

Cerita peperangan dengan intrik serta persatuan kekuatan beberapa kubu menjadi satu bukanlah cerita yang pertama, Seven Samurai kalau boleh diambil contohnya. Tapi bukanlah masalah cerita kan, kalau bisa ditangani bagus oleh sang sutradara? John Woo kali ini mengembangkan Red Cliff sebagai sebuah cerita yang memang ingin tampil istimewa, maka selain secara kemasan, ia juga berusaha memerhatikan faktor lainnya : baik segi peran, konflik – intrik sambil terus berkaca pada cerita aslinya.

Sebenarnya untuk masalah peran, tidak ada begitu masalah. Takeshi Kaneshiro yang memerankan sosok bijaksana Zhuge Liang tampil cukup baik, meskipun untuk peran penuh wibawa ia terlihat jauh lebih muda. Sementara Tony Leung malah terlihat terlalu tua untuk sosok yang digambarkan sebagai panglima muda. Pemeran lain juga punya penampilan yang saling mewakili sosok sosok pahlawan-pahlawan tanpa hanya terbatasi dominasi Tony Leung – Takeshi Kaneshiro. Ada Zhang Fengyi yang memegang peran penguasa ambisius nan kejam namun peran dan ceritanya dikembangkan John Woo sehingga ia bukan hanya menjadi penjahat antagonis tempelan belaka.

Dibelakang juga ada Chang Chen, Shido Nakamura, Hu Jun, bahkan Vicky Zhao yang juga punya porsi masing-masing. Tentunya konsekuensi dari porsi yang dibagi-bagi ini adalah agak susahnya untuk memusatkan kedalaman peran ke satu tokoh, sehingga Red Cliff berkembang menjadi film keseruan dengan latar cerita sejarah, dengan departemen akting yang porsinya dibagi sama rata.

Mungkin satu satunya yang melelahkan dari Red Cliff bagi penonton umum adalah perihal durasi. Durasinya terlalu panjang lantaran John Woo memilih mendetailkan cerita dan tidak menyunting subplot-plot lain. Mungkin ini berguna untuk mempererat kedalaman cerita, tapi disisi lain juga dapat menebarkan kejenuhan dengan durasi yang terlampau berat (dan masih bersambung).

Selain itu, bagi penonton yang tidak terbiasa dengan adegan peperangan yang dishoot over-stylish, mungkin sinematografi yang menyorot aksi-aksi heroik dan lainnya terkesan berlebihan. Ditambah durasi dan cerita yang panjang, Red Cliff terlihat sangat melelahkan. Tapi sebagai sebuah film epik perang, Red Cliff memang harus diakui sebuah karya besar untuk ukuran Asia.

John Woo mengumbar segala macam nafsunya untuk kebutuhan artistik sembari tidak melupakan jalinan cerita yang bertutur menurut sejarah ini. Meski harus diakui kemewahannya, IMO sendiri, Red Cliff bukan film yang istimewa atau berkesan. Bila mencari keseruan tanpa kekosongan, ia masih mampu berada diposisi yang sangat baik. Tapi bila mencari tontonan epik perang yang mengesankan apalagi masuk daftar film favorit, sepertinya tidak.

Well, entah bagaimana instalmen selanjutnya, tapi untuk yang satu ini : jangan dilewatkan bagi mereka yang suka film peperangan dengan segala kemegahan dan kekayaan sinematografis plus adegan adegan pertempuran heroik, karena sudah dijamin bila berada di tangan John Woo.

Loading the player…

Note : Gunakan Browser Bawaan HP Atau Google Chrome Agar Player Terbuka Sempurna !

Untuk Menampilkan Subtitle Click CC di Pojok Kanan Bawah media Player Sampai Menyala..

Untuk kualitas HD, harap periksa tombol HD di pojok kanan bawah media player, jika ada, pastikan tombol HD Menyala

Cara Downloadnya :
cara ke-1. klik kanan link download nya,, trus pilih “save link as” ,
cara ke-2. klik link download nya, nanti akan kebuka halaman baru yang isi nya video,, kemudian klik kanan video tersebut, pilih save video as.

Jika anda menggunakan IDM,
cara ke-3. Klik kanan link downloadnya, pilih download with IDM

SD-Download

HD-Download

Download Sub Disini

CLOSE
Situs BandarQ Terpercaya
CLOSE
CLOSE
CLOSE
Red Cliff
Red Cliff
Red Cliff
Red Cliff
Red Cliff
Red Cliff
Red Cliff
Red Cliff
Red Cliff
Red Cliff
Red Cliff
Red Cliff
Red Cliff
No links available
No downloads available

Related movies